Tradisi Kebudayaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Repoblik.id-Budaya. Suku Dayak merupakan salah satu suku yang berada di Kalimantan Tengah. Suku dayak dipercaya sebagai penduduk pedalama...

tradisi suku dayak
Repoblik.id-Budaya. Suku Dayak merupakan salah satu suku yang berada di Kalimantan Tengah. Suku dayak dipercaya sebagai penduduk pedalaman yang mendiami pulau Borneo sejak ratusan tahun lalu.

IStilah "Dayak" tersendiri banyak digunakan sebagai istilah bagi penduduk kalimantan Non-Muslim yang bermukim di Borneo, meskipun pada perkembangannya beberapa etnis Dayak telah beragama Muslim.

Tradisi kebudayaan pada suku Dayak selalu mengenai kelahiran dan kematian dan keseluruhannya diperingati dengan melakukan upacara dan ritual khusus. Sebagai penghuni Kalimantan Tengah dengan jumlah penduduk terbanyak, Suku dayak memiliki Tradisi Kebudayaannya sendiri. Berikut Tradisi Kebudayaan Suku Dayak Kalimantan Tengah.

1. Tiwah

upacara tiwah

Tiwah adalah Upcara pemindahan tulang belulang leluhur yang telah meninggal ke tempat lain yang disebut Sandung (Bangunan berbentuk rumah kecil).

Bagi Suku Dayak utamanya penganut agama Kaharingan Tiwah merupakan rukun kematian yang dilaksanakan untuk mengantarkan leluhur ke Surga.

Dari waktu pelaksanannya sendiri dapat disesuaikan dengan kemampuan keluarga. Hal ini dikarenakan biaya yang digunakan untuk melaksanakan Tiwah tidaklah mudah dan menghabiskan dana ratusan juta dengan waktu pelaksanaan hampir sebulan lamanya.

Tiwah bertujuan untuk meluruskan perjalanan Roh ke Surga. Saat tulang belulang selesai dibersihkan dilakukan upacara tantulak yaitu upacara untuk mengantar roh ke Bukit Malian, yaitu tempat bertemunya roh dengan Ranying Hattala Langit, Tuhan umat Kaharingan. Di Bukit Malian inilah Roh menunggu untuk kemudian diantarkan ke surga setelah proses pelaksanaan Tiwah selesai dilakukan.

tiwah

Selain mengantarkan arwah leluhur ke surga, tiwah juga bertujuan untuk melepas status Duda atau Janda seseorang keluarga yang ditinggalkan. Masyarakat dayak khususnya penganut kaharingan saat menjadi Duda atau Janda tidak dapat menikah lagi jika belum melaksanakan Tiwah untuk mendiang pasangannya. Namun, meski Tiwah sudah dilaksanakan pasangan yang ditinggalkan dapat memilih untuk tidak menikah lagi.

Puncak acara Tiwah ialah dengan memasukkan tulang belulang ke Sandang tanpa menyentuh tanah. Dalam ritual ini pula dilakukan penyembelihan hewan ternak seperti sapi, kerbau dan babi sebagai penghormatan pada leluhur dan juga jamuan pada kerabat dan tamu yang hadir saat pelaksanaan Tiwah.

2. Pakanan Sahur Lewu Dayak

Pakanan Sahur Lewu Dayak

Pakanan Sahur Lewu Dayak artinya memberikan sesajen kepada leluhur yang telah menjaga tempat Suku Dayak bermukim. Pakanan Sahur Lewu Dayak ini dilaksanakan sekali dalam setahun dan biasanya dilakukan saat panen  ladang dan sawah atau dilaksanakan pada tahun baru pada kalender dayak yang jatuh pada bulan mei pada kalender masehi.

Pakanan Sahur Lewu Dayak dipimpin oleh tokoh adat yang disebut Basir dengan melakukan upacara pemanggilan arwah leluhur untuk hadir pada upacara. Pada malam hari kemudian pelaksana upacara menari mengililingi balai keramat, kemudian pada pagi hari dilaksanak penyembelihan hewan kurban seperti kerbau, sapi dan babi.

Sebagian daging sembelihan digunakan sebagai sesajen kepada leluhur, sebagian lagi disajikan untuk tamu. Sementara darah dari sembelihan ditampung untuk digunakan dalam upacara.

Selain memberikan sesejen kepada leluhur, masyarakat Suku Dayak juga percaya bahwa melaksanakan Pakanan Sahur Lewu Dayak dapat membuang sial, terhindar dari bahaya dan penyakit, membuat alam manjadi tentram dan nyaman dan mendapatkan hasil panen yang berlimpah.

Upacara yang digelar tiap tahun ini juga turut dihadiri oleh pejabat pemerintahan setempat sebagai tradisi kebudayaan yang ada pada kalimantan tengah.

3. Nahunan

nahunan

Nahunan merupakan ritual yang dilakukan dengan cara memandikan bayi dan mengukuhkan nama sang bayi dan juga sebagai rasa terimakasih kepada bidan yang telah membantu proses kelahiran sehingga ibu dan anak sehat.

Nahunan dilakukan pada bayi yang berusia di atas satu tahun yang nantinya dibaptis dan dikukuhkan namanya. Biasanya pada Nahunan juga dilaksankan sembelihan kerbau, sapi atau babi. Namun hal ini disesuaikan dengan kemampuan keluarga.

Meski sudah jarang dilakukan, namun suku dayak ngaju pada daerah pedalaman borneo tetap melaksanakan ritual Nahunan sebagai bentuk penghargaan kepada leluhur dan tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun. Hal ini terkait dengan anutan agama Kaharingan yang menganggap bahwa kehidupan manusia bersenergi dengan alam dan sang pencipta yang harus tetap dijaga.

4. Pakanan Batu

pakanan batu

Sama halnya dengan Pakanan Sahur Lewu Dayak yang dilakukan dengan memberikan sesajen kepada leluhur atas hasil panen yang melimpah, Pakanan Batu juga dilaksanakan di akhir tahun, namun ditujuhkan kepada batu.

Batu yang dimaksud adalah batu yang digunakan untuk menajamkan beberapada alat yang digunakan untuk bercocok tanam seperti parang, ani ani kapak dan alat dari besi lainnya.

Ritual ini dimaksudkan sebagai rasa syukur kepada alat alat yang digunakan saat berkebun mulai dari pembersihan lahan sampai dengan panen yang telah memberikan keselamatan pada pengguna peralatan sehingga tidak mengalami luka atau musibah saat bercocok tanam.

5. Manyanggar

tradisi manyanggar

Manyanggar berasal dari asal kata "Sangga" yang dalam bahasa sangian berarti rambu rambu atau batasan antara manusia dan roh halus atau mahluk gaib.

Masyarakat suku dayak percaya bahwa kehidupan di dunia ini tidak hanya dihuni oleh manusia melainkan juga dihuni oleh mahluk gaib, untuk itu perlu ada batasan ataupun aturan tersendiri dengan berhubungan dengan mahluk ghaib.

Tradisi Manyanggar sendiri dilakukan apabila hendak menempati suatu tempat baru dengan berbagai kebutuhan seperti membangun tempat tinggal, ladang berkebun dan lain lain untuk meminta agar mahluk gaib yang menempati tempat tersebut dapat mencari tempat lain dan tidak menggangu manusia.

Dalam upacara Manyanggar juga disiapkan beberapa sesajen yang dipersembahkan kepada mahluk ghaib agar mau pindah ke tempat lain berupa 7 gelas darah hewan kurban berupa kerbau, ayam hitam dan ayam putih. Selain tetesan darah hewan kurban disediakan juga aneka sesajen seperti nasi ketan, ketupat, dodol, tumpi tumpi dan lain lain.

COMMENTS

Nama

budaya,14,dunia,4,ekonomi,2,kecantikan,4,Kesehatan,6,nasional,12,news,23,olahraga,3,politik,1,ragam,5,selebriti,10,teknologi,3,unik,1,wawasan,1,wawasan kebangsaan,5,
ltr
item
Repoblik.id: Tradisi Kebudayaan Suku Dayak Kalimantan Tengah
Tradisi Kebudayaan Suku Dayak Kalimantan Tengah
https://2.bp.blogspot.com/-Yic_-svnJSg/WVBzk3iUqzI/AAAAAAAADHg/4t-wsE-gJPcwqU0YDX_oyxeFX5lN3q4hgCLcBGAs/s640/suku%2Bdayak.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-Yic_-svnJSg/WVBzk3iUqzI/AAAAAAAADHg/4t-wsE-gJPcwqU0YDX_oyxeFX5lN3q4hgCLcBGAs/s72-c/suku%2Bdayak.jpg
Repoblik.id
http://www.repoblik.id/2017/06/tradisi-kebudayaan-suku-dayak.html
http://www.repoblik.id/
http://www.repoblik.id/
http://www.repoblik.id/2017/06/tradisi-kebudayaan-suku-dayak.html
true
1354803081939024870
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy